06 Desember 2008

Warren Buffett, Investor Terbesar

Warren Buffett Investor TerbesarNamanya mungkin tak setenar Bill Gates atau Donald Trump. Namun Warren Buffet memiliki tingkatan tersendiri dalam hal orang terkaya di dunia. Dia disinyalir sebagai orang yang sangat kaya, dan masuk jajaran terkaya berkat investasi yang dilakukannya. Bahkan ada yang menyebut kekayaan yang diperolehnya merupakan sesuatu yang luar biasa dan ajaib. Bisa dimasukkan sebagai salah satu keajaiban dunia abad ke-20.

Warren Buffet mencapai kekayaannya yang berjumlah miliaran dolar AS lewat investasi. Sebagian besar melalui perusahaan-perusahaan terdaftar yang dapat diakses oleh setiap investor, dan seluruhnya disalurkan ke dalam satu perusahaan: Berkshire Hathaway. Dengan tidak mengekor pada jejak keberhasilan bintang super lainnya di bidang hi tech, Buffet memilih untuk membeli secara besar-besaran saham dari raksasa-raksasa tua seperti American Express, Walt Disney, Coca-cola, dan Gillette. Sebagian besar saham yang dibeli adalah saham biasa.


Namun ada yang unik dan berbeda yang dilakukan Buffet. Pendekatan investasi ala Buffet adalah dengan mencari nilai fundamental yang tidak terlihat dan terlewatkan oleh pasar. Dia juga mengikuti suatu aturan dasar sederhana: jangan pernah berinvestasi kecuali Anda menemukan sesuatu yang layak dibeli.

Sebagai seorang pragmatis murni, Buffet hanya tertarik pada kenyataan dan terbebas dari berbagai ilusi, terutama tentang dirinya sendiri. Oleh karena itu, pengaruh dirinya terhadap perilaku para pemain bursa saham lainnya terbatas, karena pasar pada umumnya digerakkan oleh faktor-faktor seperti rasa takut, keserakahan, dan bayang-bayang. Namun keberhasilannya telah memperlihatkan bahwa akal sehat dan rasionalitas yang konsisten akan menang bahkan dalam pasar yang tidak rasional sekalipun.

Dalam buku yang menginspirasi ini, Robert Heller menganalisis strategi-strategi kunci investasi Warren Buffet dan menyajikan serangkaian artikel masterclas yang akan memperlihatkan cara memanfaatkan teknik maestro investasi ini. Kendati pilih-pilih investasi dan bersifat pragmatis, takut risiko tak masuk dalam kamus bisnisnya. Sebuah buku yang menginspirasi, tentunya.***

Abdullah
Alumnus UIN Suska Riau

Banyak Dibaca