20 November 2008

Menelaah Jiwa dalam Sastra

Metode Penelitian Psikologi sastra
‘’Jiwa itu indah. Maka, jiwa bisa menghaluskan sastra. Sastra juga bisa menghaluskan jiwa. Itu bisa dipahami saat Anda berjiwa sastra dan sastra berjiwa. Berjiwa sastra, artinya jiwa yang penuh keindahan dan berguna. Jiwa estetis, akan memperpanjang usia, konon. Berjiwa sastra, akan menjadi modal jika Anda masuk ke wilayah psikologi sastra.’’ (halaman v).

Sastra mengandung keindahan. Sastra juga melahirkan keindahan. Wilayah estetis dunia sastra bisa dinikmati dengan sepuasnya sebagai katarsis. Salah satu unsur yang menarik untuk dibahas dalam karya sastra adalah realitas psikologis. Untuk menikmati realitas psikologis dalam karya sastra, kita tidak bisa terlepas dari berbagai teori tentang psikologi.

Buku ini ditulis sebagai kelanjutan dari sub-bab yang bertajuk Penelitian Psikologi Sastra. Endraswara menulis buku ini karena menerima salah satu SMS yang cukup menggoda pikirannya, ‘’Apakah tidak segera ditulis buku Psikologi Sastra?’’ SMS inilah yang ikut mendorong terbitnya buku tersebut.


Kupasan yang disajikan penulis cukup menarik. Di samping menggunakan bahasa yang indah, walaupun sebagian kecil, pengetahuan yang diusung isi buku yang terdiri atas 15 bab ini sungguh menggugah rasa ingin tahu. Pemuatan langkah-langkah, metode, dan contoh-contoh analisis sastra secara psikologi di dalam buku ini akan memberikan tuntunan kepada esais, mahasiswa, sastrawan, kritikus sastra, dan peminat sastra. Tuntunan-tuntunan tersebut tentu berguna dalam memahami dan menginterpretasi karya sastra secara psikologi.

Kehadiran buku Metode Penelitian Psikologi Sastra (Teori, Langkah, dan Penerapannya) ini akan memberikan warna dalam dunia sastra. Lebih khusus lagi dalam hal menelaah produk sastra. Buku ini juga akan membantu penelaah untuk terjun lebih mendalam dalam kajiannya terhadap karya sastra pada aspek psikologi. Namun, satu hal yang patut diperhatikan kembali bagi penulisnya, yaitu adanya kesalahan dalam ejaan kata. Kesalahan ini berkemungkinan akibat dari kesalahan pengetikan.***

Musa Ismail
Guru SMAN 3 Bengkalis, Penulis, dan Penikmat Buku

Banyak Dibaca